Langkah awal untuk menginstall router ini adalah dengan tersenyum, bercanda dulu dengan rekan-rekan, berguyon ria sampe ketawa keras hingga akhirnya teriak dengan kencang sebanyak 100 kali “INI SANGAT MUDAHHHHHHHHHH”🙂🙂🙂
Setelah berbagai keruwetan pada wireless, kin tiba saatnya kita mengutak-atik servernya. Disini akan dibahas manajemen bandwitdh dari Speedy, jadi dari modem ADSL turun ke kabel RJ45 kemudian masuk ke LAN Card komputer yang telah di install mikrotik.
Alasannya karena sangat mudah digunakan, dan spek komputer yang dibutuhkan juga bersahabat.
Ok langsung saja proses installasinya.
Pertama kali yang harus disiapkan adalah komputer server minimal dengan spesifikasi :
  • Processeor PII
  • Memory 128 MB
  • NIC (LAN Card) 2 buah
  • Harddisk minimal 1 GB
  • CD-ROM
  1. Mulai dengan mendownload mikrotiknya, download ISOnya di sini.
  2. Kemudian burn di CD, burning Image
  3. Setelah itu, masukkan CD yang tadi telah terisi mikrotik ke dalam komputer server kemudian hidupkan komputer tersebut.
  4. Tunggu hingga pada komputer muncul seperti dibawah ini
  5. Setelah itu tekan tombol “a” untuk menginstall semua fasilitas yang terdapat pada mikrotik.
  6. Biarkan proses berjalan, karena installasi sedang berlangsung, mulai dari formating disk hingga proses installasi selesai, jika muncul tampilan seperti dibawah ini maka installasi telah selesai.
  7. Setelah proses selesai, downloadlah tool bawaan mikrotik, (winbox) bisa di download di sini.
  8. Setelah itu tancapkan kabel dari modem ADSL ke LAN Card satu pada komputer yang telah di install mikrotik.
  9. Kemudian LAN Card kedua ke sebuah HUB/Switch untuk jaringan lokal.
  10. Installasi telah selesai dilakukan, sekarang remote komputer server yang telah di installasi diatas dengan winbox yang tela kita download, dengan menggunakan komputer lain.
  11. Pilih router yang tadi kita install, default identity-nya mikrotik, usernam admin, password kosong
  12. Pilih menu interface, jika telah berjalan dengan benar, maka akan muncul 2 buah interface LAN Card.
  13. Double Klik pada salah satu interface yang merujuk ke lokal dan ber nama Lokal.
  14. Dengan cara yang sama, Interface yang merujuk ke modem beri nama Publik.
  15. Setelah itu, pilih menu IP Address.
  16. Muncul tampilan seperti di bawah ini, kemudian tekan tombol + di pojok kirinya
  17. Tambahkan IP Address-nya, misal IP Modem Speedy 192.168.1.1, maka IP pada mikrotik : 192.168.1.1/24 dan beri nama, kemudian tekan tombol plus + di pojok kirinya, kemudian tambahkan IP Address-nya LAN Card satunya lagi : misalnya IP pada Lokalnya 10.10.10.1, maka masukkan IP Address 10.10.10.1/27, angka /27 untuk 30 host IP, kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut tentang konsep subnetting disini : Konsep dasar IP Address : http://www.forummikrotik.com/beginnerinstallation/153-konsep-dasar-ip-address.html, Konsep subnetting : http://www.forummikrotik.com/beginnerinstallation/155-konsep-subnetting-siapa-takut.html
  18. Setelah itu pilih IP dan kemudian pilih sub menu Routes
  19. Kemudian masukkan IP Gateway-nya, dengan cara menekan tombol plus + di pojok kirinya yaitu IP dari Modem 192.168.1.1, kemudian tekan tombol OK.
  20. Setelah semua langkah diatas selesai, langkah selanjutnya adalah mengisi DNS dengan cara pilih menu IP > DNS
  21. Pilih setting dan masukkan IP DNS, dengan Primary DNS 203.130.206.250 (default Speedy) yang kedua Secondary DNS 202.134.0.155 (DNS Speedy).
  22. Setelah selesai tahap akhir yang kamu harus lakukan, yaitu membuat rule untuk bisa dipergunakan secara lokal. Tahap ini sangat penting, dimana komunikasi LAN Card 1 dan LAN Card 2 diletakkan disini. Inti dari setting diatas ada pada tahap ini, maka jangan sampai keliru.
  23. Pilih IP > Firewall > NAT > General
  24. Chain = srcnat, Out Interface = Publik (Interface tadi yang telah kita beri nama publik) kemudian pilih action = masquerade kemudian tekan tombol OK untuk mengakhirinya.
  25. Lakukan restart pada router dengan cara menekan New Terminal, kemudian mengetikkan script system reboot, dan tekan Y
  26. Setelah selesai restart lakukan pengecekan dengan cara ping, masuk pada New Terminal ping pada gateway 192.168.1.1, ping pada DNS 203.130.206.250, kalau terjadi replay berarti router sudah OK.
  27. Jika terjadi Request Time Out, berarti kamu tinjau ulang pada router kamu atau pada LAN Card kamu, atau pada modem kamu, atau pada koneksi kamu dengan Speedy.
  28. Sekarang installasi bisa dikatakan telah selesai, tinggal meneruskan IP ke semua client dimana dari 10.10.10.2 dan seterusnya hingga 10.10.10.30 karena subnet yang kita buat tadi 30 host.

Sumber : www.jaylangkung.com


  1. mas bro… yang winbox nya tidak bisa.. sudah di hapus filenya yah..http://www.ziddu.com/errortracking.php?msg=File%20not%20found




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: